Kalimat from zero to hero adalah salah satu trade mark perusahaan pemasaran yang ku masuki, baguskan? Makanya bergabung yuk!, “hus! mau blogging apa promosi?”
“hero”, apaan sih itu? Sering deh dengar2 di film-film tentang super Hero, mereka adalah orang-orang Hebat yang bisa membuat orang lain tersenyum lega, “jadi hanya orang Hebat aja yang bisa jadi Hero?”, Yups!!, “jadi kalo ga hebat ga bisa?”, tepat!, “artinya ga bisa buat orang lain tersenyum lega donk?”, 100 buat kamu.
Suka nonton pilem nggak? Nonton aku suka banget “siapa juga yang tanya?”, hehehe, ”ga lucu ah!”. Baiklah saya akan bercuap-cuap tentang nonton film di blog ini daripada kosong, “loh katanya tentang Hero?”, stt diam!.
Sebelum nonton pastinya saya sewa kaset di rental langganan, “ya iyalah emang ngarmpok?”, lalu biasanya saya akan minta katalog referensi film-film dalam satu bulan itu, kalo nggak ada, ya pake patokan produser aja, cara menentukan film berkualitas dilihat dari produsernya terkenal atau tidak, “wu.....kuno!!”, walaupun filmnya berkesan childest tapi kalo produsernya beken biasanya berkualitas, misalnya Kungfu Panda. Walopun pilem kartun tapi punya makna positif yang bagus banget, masih ter ingat di otakku nasihat si kura-kura tua pada juniornya “kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah anugrah, itulah hadiah terbesar dalam hidup”. Baguskan kalimatnya?
BATMAN, entah siapa pengarangnya “parah loe nulis-nulis ga tau, ga usah nulis skalian dah!”, yang ku tau Cuma si Batman ini adalah alumni dari marvel comics, super Hero Jebolan Marvel memang rata-rata kurang kasih sayang n kehilanagan jati diri, tapi dari masalah itulah mereka jadi hebat from zero to Hero, liat aja :
Superman : keluarganya ludes di planet asalnya sana
Spiderman : yatim piatu yang di tnggal mati juga oleh paman kesayangannya
Batman : di kedua ortunya di bunuh rampok sepulang nonton teater di depan mata kepalanya sendiri.
Dilihat dari harta, superhero paling kaya adalah Batman, coz dia kan ahliwaris perusahaan wayne. Karena kaya inilah dia juga super Hero paling dermawan. Sudah banyak macam Batman di filmkan, dan aku baru “ngeh” ketika nonton batman versi terbaru Begin 2006 lalu. yang mengesankan dari Batman Begin 2006 adalah, bagaimana ia menghadapi rasa takutnya terhadap kelelawar, trauma pasca kecemplung sumur kosong penuh dengan kelelawar. Rasa takut dan kuatir tidak pernah menambah sejengkalpun kemajuan. Di film itu alferd mengutip kata-kata seorang penulis kondang mengatakan, “keberanian muncul dari rasa takut, tanpa ada rasa takut keberanian tidak akan pernah ada”, mungkin saja keberanian Bruce wayne menjadi seorang super Hero berawal dari kalimat itu, keberanian berarti bisa melakukan apa yang di kuatirkan selama ini, well akhirnya kelelawar-kelelawar yang di takuti selama ini malah menjadi logo keberaniannya. Apakah kamu sudah menghadapi rasa takutmu, atau di telan rasa takutmu?
Jadi ingat endingnya Kungfu Panda, gulungan kitab kungfu terhebat yang di perebutkan ternyata adalah sebuah cermin diri sendiri, orang yang hebat adalah orang yang bisa menaklukan diri sendiri, dan rasa takutnya sendiri. Lebih hebat lagi jika ia berjalan dalam Rencana dan jalan Tuhan, sebab Dia yang akan membela kamu dari segala musuh-musuh mu, kalau Dia di pihak kita siapa lawan Kita? “you are the Hero!”
BacaSelengkapnya...
8/09/2009
From zero 2 HeroTM
7/22/2009
God Iam sorry
Arloji menunjukan pukul 11 malam, kamar 136 masih jauh dari tanda-tanda terlelap, kamar 132 juga masih menyandang statusnya sebagai pusat perbelanjaan vyatra I atas, ada yang jual mi instan, jual pulsa, sedangkan kamar 134 juga masih menjaga kualitasnya sebagai pusat studi asrama vyatra I atas walaupun akhirpekan sedang berjalan, si Hamo seperti jam weker yang di set setiap jam 11 berkoar-koar mencari masa untuk menyerbu migoreng Udha sebelah asrama. Kamar 137 tetap anteng nan hening lantaran kamar ini sebagai pusat informasi teknologi komputer dan service Hp di kepalai anak asal palembang bernama Augen, mirip nama dewa Yunani, memang dia seperti Dewa teknologi di asrama yang tak segan-segan memasang tarif lawan untuk kawan dalam suatu kerusakan.
Si Bulug makin banyak pengikutnya, lantaran selalu uptodate film2 panas yang disebarluaskan melalui ponsel, setiap video dilabeli oleh si Bulug, ”hanya boleh di tonton malam minggu, jika diluar hari itu sang vendor tidak bertanggung jawab”, si Boim korban paling parah, siang malam gadis-gadis genit dalam ponselnya menghantui akal dan pikirnya semakin membuatnya tak waras, malaikat dalam hatinya hanya bilang ”ingat Im ingat, insyaf, insyaf”. Tuhan hanya menghela nafas di surga sana.
”kas gimana ni, teman-teman satu asrama pada keracunan Video panas, ga bisa di biarkan ini”, ujar Tyan seperti kaum Ulama meresahkan facebook.
”tak, tau lah Tyan masalahnya aku juga ikut nonton, jangan berlagak kayak pendeta kau”, jawabku mengikuti asal usulnya tanah Batak.
”ya udah lah Kas kalo gitu”, sergahnya kecewa. Mungkin saja benar yang dikatakan si ucok kapan hari, ada dua kebanggaan orang batak, jadi Preman atau jadi Pendeta (kalo jadi alim, alim sekalian, kalo jadi preman, jahat sekalian, jangan nanggung-nanggung”), rupanya si Tyan menempuh jalur pendeta.
Beberapa hari kemudian Tyan datang dengan penuh rasa sesal padaku. Seperti jendral kalah perang.
”napa Yan, kok suntuk banget? ”
”aku merasa bersalah banget kas”
”napa?”
”tuh liat si seno, sewa komputer di kamar”
”trus apa masalahnya?”
”tau ga drivenya penuh dengan video panas, tiap malam temen-temen pada nonton”
”so?”
”ya jadinya aku ikutan nonton”
”hahaha....tyan,tyan. Yan ga ada yang ideal di dunia ini, apalagi diasrama Vyatra I atas ini. Jadi janganlah kau idealis, akhirnya kena batunya juga”
“eh prasaanku nggak enak nih”, sela Indra si pengusaha pulsa dadakan itu, “semalam aku mimpi asrama vyatra 1 ini runtuh” tidak ada yang selamat satupun.
“oh my God”, Seno terbelalak matanya bundar sebundar jerawat batu yang tumbuh subur di wajahnya.
Pernahkah kamu menonton film pearl harbour? Bagamaina pesawat tempur jepang berdesingan menembaki seraya membombardir pangkalan pearl harbour padahal tentara Amerika baru saja berpesta ria merayakan kemenangan. Seperti itulah siswa AKAMIGAS-STEM jurusan TLP 1, pak Sukar yang terkenal mepersukar siswa kini benar-benar seperti pesawat jepang meluluhlantakan pearl harbour. Amarahnya berdesingan tak karuan seraya menggelegar seperti bom atom pecah.
“kalian ini katanya pilihan.” Semprotnya pada 30 siswa penghuni Asrama Vyatra 1 atas itu, “tunjukan kalian bahwa kalian pilihan dan terbaik, masak di kasih soal gitu aja ga ada yang bisa jawab”, lanjutnya seperti senapan otomatis di mulut pesawat jet jepang. “kalian harus remidial semua, kecuali, Ardi, Yono, iyong, ahmad”. Nama-nama yang disebut adalah penghuni kamar 134 Pusat pendidikan asrama Vyatra 1 atas.
Sunyi....sepi....tak satupun bersuara, langkah semutpun bisa terdengar. Padahal pak sukar sudah tidak ada. Aku juga terdiam, ku ber ucap lirih “Tuhan maafkan serta ampuni aku dan tolong aku melewati hari-hari selanjutnya sebab aku mencintai Engkau. ini pasti karena kegiatan malam minggu” 3 Kata yang susah diungkapkan oleh manusia baru saja ku ucapkan
1. Aku cinta kamu
2. Maafkan aku
3. Tolong aku
Kata ibuku, jika 3 kata itu susah diucapkan dengan sepenuh hati pasti susah juga dalam berelasi. Dengan siapa saja, termasuk berhubungan dengan Tuhan. “oh God iam sorry...”, Unutung saja Tuhan hanya memberi remidial tidak mendepaku dari Akademi kala itu.
BacaSelengkapnya...
7/21/2009
Sebuah kampung di sudut Gunung
Pagi masih menyisakan embun, Yonas salah satu penduduk asli kampung ini tampak sibuk seperti masyarakat metropolitan yang sibuk berlomba dengan waktu, aku duduk di depan dagangan warung kelontong, menanti pembeli. “mau beli!!!!” datangnya suara itu dari seorang bocah sekitar 5 tahun, rambutnya keriting tak terawat, perutnya seperti balon bertuliskan haapy birthday, ingusnya seperti 2 kereta api balapan dari terowongan gelap yang penuh dengan upil berlumut, seraya menyodorkan kearahku uang 1000 rupiah kumal. Masih tersisa bekas lelehan airmata dipipinya bukti perjuangannya merengek-rengek kepada ibunya untuk mendapatkan 1000 rupiah yang kumal itu.
“mau beli apa?”, tanyaku
“beli cokolat”, coklat batangan seharga 1000 maksudnya
“ini”, ujarku sembari menyodorkan coklat pesanannya, ia meraih coklat itu dari tanganku seraya senyum puasnya merekah lucu pertanda perjuangannya mendapatkan coklat satu batang hari ini telah sukses. Ia meniggalkan toko kelontongku sesekali dari kejauhan kulihat dia mulai membersihkan ingusnya dengan lengan bajunya. Sunggh Hari yang indah buatnya hari ini.
Sementara itu yonas mencangklung tasnya seperti aktivis kemanusiaan tampak berlomba dengan waktu. Aku tau kemana dia pergi.
Setiap hari senin jalan raya sudah tidak terlihat lagi, tertutup sudah oleh aktivitas pedagang, bukan hanya pedagang saja tapi masyarakat dari segala penjuru mata angin dan gunung tumpah ruah di pasar, banyak yang datang dari ber mil-mil jauhnya hanya untuk nongkrong, ngobrol, di tengah jalanraya pasar. Atau sekedar menyaksikan istri-istri mereka berjualan di pasar. Kesinilah Yonas berlabuh setiap pagi menyibukan dirinya dengan obrolan-obrolan hangat bersama teman-temannya.
Sebuah kabupaten di tengah pegunungan, dengan penduduk yang sangat polos sangat menyentuh hati, “Enarotali papua”
BacaSelengkapnya...
KEJAMNYA DUNIA
Aku sering menyaksikan acara National Geographic yang di tayangkan oleh stasiun televisi lokal, dimana paling sering di tayangkan adalah ekosistem di belantara Afrika, betapa kejam binatang-binatang pemangsa menghabisi mangsanya dengan segala cara tipu muslihat keji, kasiahan rasanya melihat rusa di kejar-kejar singa, anak gajah di keroyok heyna-heyna bajingan. Seandainya aku bisa menciptakan pakaian pelindung di lengkapi senjata dan bisa menembus ruang dan waktu, aku akan menolong anak gajah dan rusa yang di hajar oleh predator itu, tapi aku hanya bisa menghela nafas sembari menyeruput segelas kopi. Sesekali ku ganti saluran TV jika terasa sumpek menyaksikan adegan mangsa di mangasa itu.
Di saluran Televisi lain kudapati seorang presenter berita kriminal membaca teks menghadap kamera berwajah serius, berita itu berisi pembunuh menghabisi korbannya, lantaran si korban tidak melunasi hutang pada si pembunuh sejak 5 tahun lalu.
“akh muak rasanya, setiap hari ada berita pembunuhan”, sekali lagi ku ganti saluran televisi.
Wanita cantik duduk di sofa mewah pada saluran yang baru ku tonton, dengan gaya bicara aduhai dan meyakinkan konspirasi di balik si korban gosip adalah benar. Membicarakan kehebatan, kekalahan dan kesalahan orang lain adalah bagiannya, “bukan sesuatu yang salah ”, tapi tetap saja tak senonoh menurut nenek moyang kita. Dunia sudah berubah jika tidak ikut tren maka kita diaanggap kolot dan tak berkembang. Itulah yang harus di jalani.
Wanita cantik itu terus bercuap-cuap menhajar korban gosip, mungkin kalau dilihat dari langit, bumi ini seperti medan pertempuran, siapa kuat dia yang menang, “30 menit sudah saya menemani anda kini saatnya saya undur diri”. Habis sudah acara yang disenangi oleh ibu-ibu gossipers itu. Ku kembalikan lagi saluran ke tayangan national geographic tadi.
Singa itu masih terus mengejar-ngejar rusa, sedangkan heyna2 bangsat itu masih menghajar anak gajah yang semakin tak berdaya, tapi itulah ekosistem. “tuuut..tutt” nada pesan ku berdering, ku baca pesan itu berbunyi. “maaf pak anda hanya mendapat 5 persen dari proyek ini setelah kami adakan negoisasi”, 5 persen artinya aku hanya mendapat 1 juta rupiah selama 18 hari ngajar oficce kepada 20 orang yang baru menerima peradaban di pedalaman luar biasa lolanya.
Dengan penuh kecewa acara mangsa memangasa itu masih ku tonton, anak gajah itu menguik-nguik tak berdaya, inilah realita dunia yang kejam, yang kuat tetap akan menang, yang rakus akan tetap memangsa selama ada korban tanpa mempedulikan ia sudah kenyang.
Ku padamkan televisi, ku endapkan kecewaku, ku buka Kitab Suci menasihati, “cerdiklah seperti Ular dan Tuluslah seperti merpati”. Sebuah kata yang tepat untuk hidup di dunia yang kejam ini.
BacaSelengkapnya...
